Skip to main content Scroll Top
19th Ave New York, NY 95822, USA

Mengajar Sambil Kuliah, Fatih Dhermawan Berhasil Raih Sanad Khat Maghribi

Fatih Dhermawan mahasiswa IDAQU Jakarta menerima Sanad Khat Maghribi setelah menjalani pembinaan bersama Syeikh Belaid Hamidi dan Syeikh Alim Gema Alamsyah.

Sanad Khat Maghribi menjadi pencapaian membanggakan yang berhasil diraih Fatih Dhermawan, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa sekaligus pengajar kaligrafi, Fatih membuktikan bahwa semangat belajar dan konsistensi mampu menghadirkan hasil yang luar biasa.

Mahasiswa asal Bali tersebut berhasil memperoleh sanad setelah melalui proses pembelajaran yang panjang bersama dua tokoh kaligrafi, yaitu Syeikh Belaid Hamidi dan Syeikh Alim Gema Alamsyah. Pencapaian ini semakin istimewa karena diraih di tengah berbagai aktivitas akademik dan pengabdian yang dijalaninya setiap hari.

Sanad Khat Maghribi Diraih di Tengah Kesibukan Mengajar dan Kuliah

Bagi Fatih, perjalanan meraih Sanad Khat Maghribi bukanlah proses yang mudah. Sebagai mahasiswa aktif, ia tetap harus menyelesaikan berbagai tanggung jawab perkuliahan dan tugas akademik.

Selain itu, Fatih juga aktif mengajar seni khat di Shigor dan Markaz Kaligrafi Daarul Qur’an. Oleh karena itu, waktu untuk berlatih dan menyetorkan hasil tulisannya sering kali harus dicari di sela-sela kesibukan yang padat.

Meski demikian, keterbatasan waktu tidak menjadi penghalang. Justru setiap waktu luang dimanfaatkan untuk terus belajar, berlatih, dan menyempurnakan karya-karya kaligrafinya di bawah bimbingan para guru.


Sanad Khat Maghribi Lahir dari Ketekunan dan Istiqamah

Dalam dunia kaligrafi Islam, sanad bukan sekadar sertifikat atau penghargaan. Lebih dari itu, sanad merupakan bentuk pengakuan atas penguasaan ilmu yang diperoleh melalui proses belajar yang berkesinambungan dari guru kepada murid.

Oleh karena itu, proses untuk memperoleh sanad membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, dan ketelitian yang tinggi. Fatih menjalani proses tersebut dengan penuh kesungguhan hingga akhirnya berhasil menerima sanad yang tersambung melalui jalur keilmuan para gurunya.

Tidak hanya itu, pencapaian ini menjadi bukti bahwa kesibukan bukan alasan untuk berhenti mengembangkan diri.

Khat Maghribi, Warisan Kaligrafi Islam yang Belum Banyak Dikenal

Berbeda dengan khat Naskhi atau Tsuluts yang lebih populer di Indonesia, Khat Maghribi masih relatif jarang dikenal masyarakat luas. Khat ini berasal dari wilayah Maghribi atau Afrika Utara dan memiliki karakter huruf yang khas.

Sementara itu, perkembangan Khat Maghribi di Indonesia banyak dipengaruhi oleh dakwah dan pembinaan yang dilakukan oleh Syeikh Belaid Hamidi. Melalui para murid dan penerusnya, tradisi keilmuan tersebut kini mulai berkembang di berbagai daerah.

Fatih menjadi salah satu generasi muda yang ikut menjaga dan memperkenalkan seni khat tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.


Mahasiswa IDAQU yang Aktif Mengajar dan Berkarya

Selain menekuni dunia kaligrafi, Fatih juga dikenal aktif berbagi ilmu kepada para santri dan peserta didik yang belajar seni khat. Aktivitas mengajar tersebut menjadi bagian dari upayanya untuk menjaga keberlangsungan tradisi kaligrafi Islam.

Di sisi lain, keterlibatannya sebagai pengajar menunjukkan bahwa proses belajar tidak berhenti ketika seseorang mulai mengajar. Justru dari proses berbagi ilmu, kemampuan dan pemahaman seseorang dapat terus berkembang.

Lingkungan akademik di IDAQU Jakarta turut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik, seni, dan dakwah secara seimbang. Informasi mengenai program pendidikan IDAQU dapat diakses melalui https://idaqu.ac.id.

Dari Bali Menjaga Estafet Keilmuan Kaligrafi Islam

Perjalanan Fatih Dhermawan menjadi inspirasi bahwa prestasi tidak selalu lahir dari waktu yang longgar. Terkadang, pencapaian justru hadir dari kemampuan memanfaatkan waktu di tengah berbagai tanggung jawab yang ada.

Melalui ketekunan dan bimbingan para guru, Fatih berhasil memperoleh Sanad Khat Maghribi sekaligus ikut menjaga salah satu warisan keilmuan Islam yang berharga. Kisah ini juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki tanpa meninggalkan tanggung jawab akademik.

Di tengah kesibukan kuliah dan mengajar, Fatih menunjukkan bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah dapat mengantarkan seseorang pada pencapaian yang membanggakan. Semangat inilah yang terus tumbuh di lingkungan IDAQU Jakarta, tempat mahasiswa didorong untuk bertumbuh dalam ilmu, karakter, dan kebermanfaatan.

Related Posts