Civitas Idaqu 6

Manejemen Bisnis Syariah menyelenggarakan program sarjana dalam bidang enterpreneurship dan pengelolaan bisnis syariah melalui tahap pendidikan akademik dan aplikatif. Kompetensi yang dihasilkan adalah lulusan yang mampu menguasai teori, pemikiran dan temuan di bidang menajemen bisnis syariah serta mampu membaca peluang dan mengendalikan bisnis secara personal maupun kelompok dengan berkarakter qur’ani.

Nama Program Studi : Manajemen Bisnis Syariah (MBS)
Ketua Program Studi : Fitra Dila Lestari, M.Pd
Sekretaris Program Studi : Sri Mulyono, S. E, M.M
Alamat : Jl.Cipondoh Makmur, RT 003 RW 009, Kec. Cipondoh- Kota Tangerang-Banten 15148

Nomor Telepon : (021) 2789 9696
Email : mbs.idaqu@gmail.com
Laman Web : http://mbs.idaqu.ac.id
Bidang Ilmu : Studi Manajemen Bisnis Syariah
Gelar yang Diberikan : S. E.

Fitra Dila Lestari, M.Pd

Nama : Fitra Dila Lestari, M.Pd
Jabatan : Kepala Program Studi Manajemen Bisnis Syariah
S1 : Universitas Pendidikan Indonesia Bandung
S2 : Universitas Pendidikan Indonesia Bandung

Sri Mulyono, S. E, M.M

Nama : Sri Mulyono, S. E, M.M
Jabatan : Sekretaris Program Studi Manajemen Bisnis Syariah
S1 : Universitas Darma Persada
S2 : STIE Indonesia Banking School

Visi

Menjadi penyelenggara dan pusat pengembangan keilmuan Manajemen Bisnis Syari’ah yang berkompeten, dengan daya saing sesuai prinsip-prinsip syari’ah berstandar International pada tahun 2023.

Misi

Menyelenggarakan program pendidikan tinggi jenjang strata satu (S1) bidang Manajemen Bisinis Syari’ah
Menyelenggarakan kegiatan penelitian yang berkualitas di bidang Manajemen Bisnis Syari’ah.
Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat akan pentingnya Manajemen Bisnis Syariah.
Menjalin kerjasama dengan yang positif antara akademisi dan praktisi Manajeman Bisnis Syari’ah.

PROFIL LULUSAN

  • Praktisi Bisnis Syariah,
  • Wirausahawan yang berkarakter qur’ani berwawasan global serta bertanggung jawab terhadap tugasnya berlandaskan keislaman, keilmuan dan keahlian.
  • Konsultan bisnis syariah.
  • Peneliti di bidang bisnis syariah.

Bisnis syariah bukan hanya kegiatan jual beli yang targetnya mendapatkan keuntungan semata, tetapi bisnis ini lebih mengarah kepada hukum Islam yang sesuai dengan pengamalan dalam Al Qur’an maupun Hadist. Jadi kegiatan bisnis ini dibatasi oleh cara mendapatkan keuntungan dan mengembangkannya dengan konsep halal dan haram. Jika halal maka kegiatan bisnis ini dijalankan namun jika haram maka harus ditinggalkan. Sehingga bukan melulu keuntungan duniawi yang di kejar, namun keridhoan dari Allah serta keuntungan akhirat juga harus diraih.

Baginda Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah seorang wirausahawan yang sangat sukses. Reputasi Beliau dalam dunia bisnis dilaporkan antara lain oleh Muhaddits Abdul Razzaq. Ketika mencapai usia dewasa beliau memilih perkerjaan sebagai pedagang/wirausaha. Pada saat belum memiliki modal, beliau menjadi manajer perdagangan para investor (shohibul mal) berdasarkan bagi hasil. Seorang investor besar Makkah, Khadijah, mengangkatnya sebagai manajer ke pusat perdagangan Habshah di Yaman. Kecakapannya sebagai wirausaha telah mendatangkan keuntungan besar baginya dan investornya.Tidak satu pun jenis bisnis yang beliau tangani mendapat kerugian. Beliau juga empat kali memimpin ekspedisi perdagangan untuk Khadijah ke Syiria, Jorash, dan Bahrain di sebelah timur Semenanjung Arab.

Lebih dari dua puluh tahun Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkiprah di bidang wirausaha (perdagangan), sehingga beliau dikenal di Yaman, Syiria, Basrah, Iraq, Yordania, dan kota-kota perdagangan di Jazirah Arab. Dalam menjalankan bisnisnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam jelas menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang jitu dan handal sehingga bisnisnya tetap untung dan tidak pernah merugi.

Prof. Afzalul Rahman dalam buku Muhammad A Trader, menjelaskan tentang gambaran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam mengelola bisnisnya bahwa Beliau adalah seorang pedagang yang jujur dan adil dalam membuat perjanjian bisnis. Beliau tidak pernah membuat para pelanggannya komplen. Dia sering menjaga janjinya dan menyerahkan barang-barang yang di pesan dengan tepat waktu. Dia senantiasa menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar dan integritas yang tinggi dengan siapapun. Reputasinya sebagai seorang pedagang yang jujur dan benar telah dikenal luas sejak beliau berusia muda.

Dasar-dasar etika dan menejemen bisnis tersebut, telah mendapat legitimasi keagamaan setelah beliau diangkat menjadi Rasul. Prinsip-prinsip etika bisnis yang diwariskan semakin mendapat pembenaran akademis di penghujung abad ke-20 atau awal abad ke-21. Prinsip bisnis modern, seperti tujuan pelanggan dan kepuasan konsumen (costumer satisfaction), pelayanan yang unggul (service exellence), kompetensi, efisiensi, transparansi, persaingan yang sehat dan kompetitif, semuanya telah menjadi gambaran pribadi, dan etika bisnis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika beliau masih muda. Sebutan Al-Amin ini diberikan kepada beliau dalam kapasitasnya sebagai pedagang. Tidak heran jika Khadijah pun menganggapnya sebagai mitra yang dapat dipercaya dan menguntungkan, sehingga Khadijah mengutusnya dalam beberapa perjalanan dagang ke berbagai pasar di Utara dan Selatan dengan modalnya. Ini dilakukan kadang-kadang dengan kontrak biaya (upah), modal perdagangan, dan kontrak bagi hasil.

Dalam dunia manajemen, kata benar digunakan oleh Peter Drucker untuk merumuskan makna efisiensi dan efektivitas. Efisiensi berarti melakukan sesuatu secara benar (do thing right), sedangkan efektivitas adalah melakukan sesuatu yang benar (do the right thing). Efisiensi ditekankan pada penghematan dalam penggunaan input untuk menghasilkan suatu output tertentu. Upaya ini diwujudkan melalui penerapan konsep dan teori manajemen yang tepat. Sedangkan efektivitas ditekankan pada tingkat pencapaian atas tujuan yang diwujudkan melalui penerapan leadership dan pemilihan strategi yang tepat.

Prinsip efisiensi dan efektivitas ini digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu bisnis. Prinsip ini mendorong para akademisi dan praktisi untuk mencari berbagai cara, teknik dan metoda yang dapat mewujudkan tingkat efisiensi dan efektivitas yang setinggi-tingginya. Semakin efisien dan efektif suatu perusahaan, maka semakin kompetitif perusahaan tersebut. Dengan kata lain, agar sukses dalam menjalankan bisnis maka sifat shiddiq dapat dijadikan sebagai modal dasar untk menerapkan prinsip efisiensi dan efektivitas.

Institut Daarul Qur’an membuka program studi Manajemen Bisnis Syari’ah berperan serta dalam mewujudkan generasi yang memahami tolak ukur dan etika dalam berbisnis yang sesuai dengan pengamalan Al Qur’an dan Hadist serta mengetahui titik-titik perbedaan dengan bisnis konvensional yang hanya semata-mata mengedepankan keuntungan duniawi tanpa memperhatikan aspek halal dan haram sehingga hal tersebut mampu menjadi filter bagi diri mereka dari hal-hal yang bisa menjerumuskan mereka ke dalam hal-hal yang dilarang oleh Syariat.