Civitas Idaqu 2

Menjadi Pusat Kajian dan Peradaban Islam Dalam Rumpun Ilmu Hadits Yang Unggul, Bertaraf Internasional, Berkerakter Rahmatan lil ‘alamin dalam Mencetak Sarjana Hadits Profesional dalam Menyelesaikan Masalah Umat.

Nama Program Studi :Ilmu Hadis (IH)
Ketua Program Studi:Zulfarizal, S.Ud., M.Ag
Sekretaris Program Studi:Muhammad Aufa Munawwar, S. Ud, M. Hum.
Alamat:Jl.Cipondoh Makmur, RT 003 RW 009, Kec. Cipondoh- Kota  Tangerang-Banten 15148

Nomor Telepon:(021) 2789 9696
Email:ih.idaqu@gmail.com
Laman Web:http://ih.idaqu.ac.id
Bidang Ilmu:Studi Al-Quran dan Tafsir
Gelar yang Diberikan:S.Ag

Zulfarizal, S.Ud., M.Ag

Nama : Zulfarizal, S.Ud., M.Ag
Jabatan : Kepala Program Studi Ilmu Hadist
S1 : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
S2 : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Muhammad Aufa Munawwar, S. Ud, M. Hum.

Nama : Muhammad Aufa Munawwar, S. Ud, M. Hum.
Jabatan : Sekretaris Program Studi Ilmu Hadist
S1 : UIN Sultan Syarif Kasim (SUSKA) RIAU
S2 : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Visi

  1. Mencetak Sarjana Ilmu Hadits Yang Profesional dan berkualifikasi akademik dalam Ilmu Hadits dan Mampu Melaksanakan Penelitian Secara Kritik-Analitis untuk ikut menyelesaikan persoalan social kemasyarakatan yang terkait dengan disiplin Ilmu Hadits.
  2. Menghasilkan Sarjana Profesional yang Menguasai Bidang Ilmu Hadits.
  3. Menghasilkan Peneliti/Asisten Peneliti dalam Bidang Ilmu Hadits.
  4. Menghasilkan ahli di bidang Ilmu Hadits yang mengabdikan ilmunya bagi kemaslahatan Umat, di tingklat, local, nasional maupun internasional.
  5. Menghasilkan Kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak, khususnya dalam bidang Ilmu Hadits.
  6. Menghasilkan Disiplin Kajian, Publikasi dan Produk-Produk Ilmiah di Bidang Ilmu Hadits yang bermanfaat bagi dunia akademik dan Masyarakat.
  7. Menghasilkan Sarjana yang Berakhlak Mulia, Memiliki Kecakapan dan Tanggung Jawab Sosial, Serta Kritis terhadap berbagai permasalahan Sosial.

Misi

  1. Menyelenggarakan Pendidikan dan Pengajaran yang Berorientasi Pada Pengembangan Studi Hadits/Ilmu Hadits.
  2. Mengembangkan Tradisi Penelitian Hadits Yang Bermanfaat Bagi Dunia Akademik dan Masyarakat.
  3. Berperan Serta dalam Penyelesaian Persoalan-Persoalan kemasyarakatan yang berkaiatan dalam Bidang Ilmu Hadits.
  4. Menjalin Kerjasama Dengan Berbagai Pihak Yang Berorientasi pada pengembangan Studi Hadits di Tingkat Lokal, Nasional dan Internasional.
  5. Melahirkan dan Mempublikasikan Karya Ilmiah Dalam Rumpun Ilmu Hadits bertaraf Nasional dan Internasional.

Profil Lulusan

  1. Guru/Dosen
  2. Da’i
  3. Asisten Peneliti/Pemula
  4. Penyuluh Kemenag
  5. Penghulu
  6. Pakar Hadits/Program Hadits
  7. Mui

Di sisi yang lain mengenai tujuan ilmu hadist adalah utuk mengetahui hadist-hadist yang shahih dari yang lainnya. Ini mempunyai arti yang sama bahwa manakala kita menguasai ilmu hadist, maka diharapkan bisa mengetahui kedudukan suatu hadist, apakah hadist tersebut shahih, hasan, atau bisa jadi dha’if / lemah, sehingga ada beberapa ulama yang sangat hati hati untuk tidak dapat digunakan sebagai pegangan. Biasanya macam macam pembahasan dalam ilmu hadist ini, diantaranya; perihal sanad/isnad dan matan. Sanad/isnad yaitu berupa silsilah /rantai periwayatan sosok perawi hadist yang menghubungkan kepada suatu matan. Mengenai istilah istilah hadist yang banyak sekali macamnya: Hadist qudsi, Khabar, Atsar, Takhrij , Ta’liq dan lain lainnya, ini semua bisa kita pelajari dalam ulumul hadist nantinya.

Kenapa kita harus belajar ilmu hadist?
Jumhur ulama dalam tradisi keilmuan telah sepakat bahwa sumber hukum islam yang pertama adalah Alquran, adapun hadist menjadi sumber hukum islam yang kedua. Artinya betapa ilmu hadist itu sangat mulia, karena sejatinya manakala kita belajar, mengkaji,memahami bahkan mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari, berarti kitapun menjadi pengikut dan sekaligus menjadi pewaris para nabi. Ilmunya akan terus hidup bermanfaat menjadi jariyah hasanah sebagai bekal akhirat tentunya.

Alquran sebagai pedoman umat islam yang pertama, disisi yang lain redaksi kalamulloh ini masih ada bersifat mujmal/umum. Maka disini hadist bisa menjelaskan ayat ayat Alquran yang masih mujmal ini. Dan merupakan tugas dari Rasulullah Saw untuk menyampaikan dan menjelaskan setiap wahyu dari Allah swt melalui jibril. Maka dari itu semua dan setiap perkataan,perbuatan, pengakuan(taqrir) atau sifat dan fisik yang bersandarkan kepada Rasulullah inilah disebut sebagai Hadist.

Jadi peran yang sangat penting sekali dipikul oleh ulama hadist untuk menjaga dan mengamalkan ilmu hadist ini, karena pada saat muncul masalah yang tidak terjelaskan secara spesifik dalam Alquran dan ini muncul sepeninggalnya Rasulullah saw dan generasi sahabat sabiqunal awwalun, tentunya hadist ini menjadi pendamping Alquran sebagai pedoman,rujukan untuk bisa mengeluarkan fatwa fatwa atau aturan lainnya.

Apalagi di dunia era globalisasi dan diabad milinuim ini, generasi muslim muslimah, peranan ilmu hadist ini sangat penting sekali. Diantaranya bisa menjaga ayat ayat Alquran agar tidak secara sembarangan dilencengkan sehingga seakan akan beberapa ayat alquran berkontradiksi. Tentunya penjelasan Rasululllah dalam hadist nya mempunyai penjelasan yang menyeluruh mencakup semua sendi kehidupan manusia di dunia ini.

Manusia diciptakan oleh Allah swt sebagai hamba untuk beribadah sekaligus menjadi khalifah fil ardh. Di mana tugasnya untuk mengajak orang lain menjadi hamba Allah yang taat, memberi contoh uswah hasanah di dunia ini, ikut menjaga dan memelihara alam dunia ini dari kerusakan. Maka sebagai bekal dan pedoman hidupnya bisa merujuk kepada Al quran dan Al hadist.

Nah saat ini IDAQU ingin ikut berperan memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk umat, terutama para generasi yang haus akan keilmuan untuk bisa menjawab tantangan hidup di jaman ini. Ilmu hadist tidak akan hilang di telan zaman, tapi justru akan terus menjadi pedoman hidup. Seorang ahli hadist harus memahami ulumul hadist, penelitian hadist dan syarah hadist. Sehingga aplikasinya dimasyarakat akan menjadi suri tauladan dan menjadi uswah hasanah karena dengan ilmu hadist yang dipahaminya ia akan menjadi sosok contoh baik yang bisa dikuti umat. Pemahaman yang utuh dan tidak setengah tentang ilmu agama tidak akan melahirkan sosok islam yang cenderung kepada kekerasan tapi sebaliknya akan menjadi sosok yang humanis dimasyarakat sekitarnya, sesuai dengan fungsi islam itu sendiri yang rahmatan lil’alamin.

Menjadi tantangan tersendiri bagi IDAQU dengan melalui Prodi Ilmu Hadist ini, untuk bisa menarik peminat generasi milenial agar semangat menggeluti ilmu ini. Pun menjadi tantangan bagi Prodi Ilmu Hadist ini untuk bisa mencetak genarasi tangguh yang mengusai ilmu hadist sesuai tuntutan zaman ini. Melahirkan para sarjana ahli hadist yang memiliki penguasaan studi hadist secara komprehensif. Menguasi ilmu hadist yang berbasis kepada era globalisasi tekhnologi informasi. Pun tentunya ingin menghasikan lulusan yang berwawasan global secara keilmuan, keislaman, keindonesiaan dan kearifan lokal. Dan dari pada itu khususnya di IDAQU ini, para calon sarjana hadist selain belajar tentang ilmu hadist, mereka pun harus dibekali ilmu Alquran, diantaranya yaitu dengan program tahfizh Alquran. Pun pada akhirnya dibekali juga dengan pelajaran basic tentang DAQU METHODE yang menjadi ciri khas nya IDAQU sebagai bagian keluarga besar Daarul Qur’an.