Skip to main content Scroll Top
19th Ave New York, NY 95822, USA

Kajian Kitab Al-Hikam IDAQU: Menata Prioritas Ibadah di Tengah Kesibukan Dunia

KH Saiful Bahri, Lc., M.A menyampaikan Kajian Kitab Al-Hikam kepada civitas akademika IDAQU Jakarta tentang pentingnya memprioritaskan ibadah di tengah kesibukan dunia.

Tangerang, 10 Juni 2026 – Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta terus menghadirkan ruang pembinaan bagi seluruh civitas akademika. Pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan mental dan spiritual. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Kajian Kitab Al-Hikam yang rutin diselenggarakan bersama KH Saiful Bahri, Lc., M.A.

Pada kajian yang berlangsung hari ini, pembahasan berfokus pada bagaimana manusia tetap menjaga hubungan dengan Allah SWT di tengah berbagai kesibukan dunia yang semakin kompleks. Melalui mutiara hikmah dari Kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari, peserta diajak untuk merefleksikan kembali makna ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Kajian Kitab Al-Hikam Bahas Prioritas Ibadah

Dalam penyampaiannya, KH Saiful Bahri, Lc., M.A. menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar umat Islam pada masa kini adalah menjaga istiqamah beribadah di tengah padatnya aktivitas dan tuntutan kehidupan.

Menurut beliau, kesibukan dunia tidak seharusnya menjadi alasan untuk menjauh dari Allah SWT. Sebaliknya, kemampuan menjaga ibadah di tengah berbagai urusan dunia merupakan salah satu bentuk perjuangan besar pada zaman ini.

Beliau juga mengingatkan bahwa ibadah bukanlah aktivitas yang dilakukan ketika semua urusan telah selesai. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa ibadah tidak seharusnya hanya dilakukan dengan sisa waktu yang dimiliki.

“Beribadah bukan menunggu dunia menjadi kosong dari aktivitas. Namun, bagaimana seseorang mampu meluangkan waktunya untuk Allah di tengah kesibukan yang ada,” jelas beliau.

Beliau kemudian menambahkan:

“Jangan jadikan ibadah sebagai sisa dari waktu kita. Jadikan ibadah sebagai prioritas dari waktu yang kita miliki.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa jihad besar pada masa kini adalah tetap menjaga kedekatan dengan Allah SWT di tengah derasnya tuntutan kehidupan.

Kitab Al-Hikam Ajarkan Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Kitab Al-Hikam dikenal sebagai salah satu karya tasawuf yang sarat dengan nasihat kehidupan. Melalui kajian ini, civitas akademika IDAQU diajak memahami bahwa kehidupan dunia dan akhirat bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

Sebaliknya, manusia perlu mampu mengelola keduanya secara seimbang. Kesungguhan dalam belajar, bekerja, maupun menjalankan tanggung jawab sehari-hari perlu dibarengi dengan kesadaran untuk tetap menjaga kualitas ibadah kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, pembinaan spiritual menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di lingkungan perguruan tinggi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya bertumbuh secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

IDAQU Hadirkan Ruang Tumbuh bagi Civitas Akademika

Kajian rutin seperti ini menjadi salah satu wadah yang disediakan IDAQU Jakarta untuk mendukung pengembangan karakter civitas akademika secara menyeluruh.

Tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, IDAQU juga berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang mampu memperkuat nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia.

Selain itu, berbagai kegiatan pembinaan yang diselenggarakan menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk terus memperbaiki diri.

Dengan demikian, civitas akademika dapat bertumbuh menjadi pribadi yang unggul dalam bidang keilmuan. Pada saat yang sama, mereka juga diharapkan memiliki ketenangan batin serta kedekatan dengan Allah SWT.

Informasi mengenai berbagai program dan kegiatan IDAQU dapat diakses melalui https://idaqu.ac.id.

Menjadikan Ibadah Sebagai Prioritas Kehidupan

Di tengah derasnya arus informasi dan tingginya tuntutan kehidupan modern, manusia sering kali terjebak dalam rutinitas yang menyita hampir seluruh waktunya. Akibatnya, ibadah kerap ditempatkan sebagai aktivitas yang dilakukan ketika segala urusan telah selesai.

Melalui kajian ini, civitas akademika diingatkan kembali bahwa ibadah bukanlah pelengkap dalam kehidupan. Sebaliknya, ibadah merupakan fondasi yang memberikan arah dalam setiap langkah yang dijalani.

Ketika Allah SWT menjadi prioritas, setiap aktivitas yang dilakukan pun dapat bernilai ibadah. Pada akhirnya, keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat akan melahirkan ketenangan serta keberkahan dalam kehidupan.

Merawat Jiwa di Tengah Kesibukan Zaman

Kajian Kitab Al-Hikam yang diselenggarakan IDAQU Jakarta menjadi pengingat bahwa menjaga hubungan dengan Allah SWT merupakan kebutuhan setiap manusia. Di tengah kesibukan dunia yang tidak pernah berhenti, menyediakan waktu untuk mendekatkan diri kepada-Nya adalah bentuk ikhtiar untuk menjaga kesehatan hati dan ketenangan jiwa.

Dengan begitu, seluruh civitas akademika diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara belajar, bekerja, dan beribadah. Setiap aktivitas pun dapat dijalani dengan penuh makna dan tanggung jawab.

Kajian seperti ini sekaligus menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak hanya berbicara tentang transfer ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan juga berperan dalam membentuk karakter, memperkuat spiritualitas, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjadikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap ikhtiar kehidupan.

Terinspirasi untuk tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang menguatkan akademik sekaligus spiritual? IDAQU Jakarta membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi bersama nilai-nilai Al-Qur’an. Informasi lengkap mengenai penerimaan mahasiswa baru dapat diakses melalui https://pmb.idaqu.ac.id. IDAQU Jakarta, kampus berkualitas, biaya gak bikin cemas.

Related Posts