Tangerang, 6 Januari 2026 — Program INSANI (Inspirasi Anwar Sani) kembali digelar sebagai ruang refleksi dan penguatan nilai bagi seluruh civitas akademika Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta. Pada edisi kali ini, INSANI mengangkat tema tentang bagaimana cacian dan pandangan negatif dapat diolah menjadi motivasi, selama hati ditata dengan baik dan semangat untuk bangkit terus dijaga. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa ujian bukan untuk ditenggelami, melainkan dijadikan energi positif untuk melahirkan karya dan kontribusi yang lebih besar.
INSANI kali ini menghadirkan langsung Rektor Institut Daarul Qur’an Jakarta, Dr. M. Anwar Sani, S.Sos.I., M.E., sebagai pembicara utama. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk melihat cacian bukan sebagai akhir dari perjuangan, tetapi sebagai bagian dari proses pendewasaan diri dan institusi. Dengan pengelolaan hati yang tepat, cacian justru dapat menjadi pemantik lahirnya kekuatan baru, keteguhan langkah, dan keberanian untuk terus berjalan.
Kisah perjalanan IDAQU menjadi salah satu refleksi utama dalam kegiatan ini. Kampus yang kini terus bertumbuh dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia tidak lahir dari ruang yang steril dari kritik. Sebaliknya, IDAQU tumbuh dari berbagai keraguan, penilaian miring, hingga cacian. Namun, dengan izin Allah SWT, semangat untuk bertahan, memperbaiki diri, dan terus melangkah menjadikan IDAQU mampu berdiri kokoh dan menunjukkan eksistensinya sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada Al-Qur’an, ilmu, dan akhlak.
Melalui INSANI, civitas akademika diajak untuk tidak larut dalam luka akibat perkataan orang lain. Setiap mahasiswa, dosen, dan seluruh elemen kampus diingatkan bahwa fokus utama adalah proses belajar, penguatan iman, serta konsistensi dalam berbuat baik. Ketika hati tertata, maka tantangan apa pun, termasuk cacian, dapat berubah menjadi bahan bakar untuk melompat lebih tinggi dan melahirkan dampak yang lebih luas.
Program INSANI bukan sekadar forum motivasi, tetapi menjadi ruang pembelajaran hidup yang relevan dengan realitas perjuangan di dunia pendidikan. IDAQU menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan inspiratif yang membangun mental tangguh, pola pikir positif, dan karakter Qur’ani bagi seluruh civitas akademika.
Melalui tema ini, INSANI menegaskan pesan bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari pujian. Terkadang, justru dari cacian yang dihadapi dengan iman, kesabaran, dan kerja keras, Allah SWT menghadirkan jalan-jalan besar yang sebelumnya tak pernah dibayangkan. IDAQU menjadi salah satu bukti nyata bahwa dari keterbatasan dan keraguan, dengan izin-Nya, dapat lahir kontribusi nyata bagi pendidikan Indonesia.
















