Scroll Top
19th Ave New York, NY 95822, USA

Aiga Georgia Imam Muda Amerika, Lulusan Terbaik Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IDAQU

Islam

Tangerang, 23 Februari 2026 – Mahasiswa IDAQU Aiga Georgia kembali menjadi sorotan setelah sukses menapaki karier sebagai Imam Muda di Amerika Serikat dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) IDAQU Jakarta. Prestasi ini tidak hanya membanggakan sivitas akademika, tetapi juga menegaskan kualitas pendidikan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IDAQU dalam mencetak imam dan dai berkelas dunia yang mampu berkiprah di tingkat internasional.

Aiga Georgia, mahasiswa angkatan pertama Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IDAQU asal Bogor, kini mengemban amanah sebagai Imam Masjid di Atlanta, Amerika Serikat. Di usia yang masih muda, ia memimpin salat lima waktu, mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an, mengisi kajian online, serta aktif membangun komunitas Muslim agar lebih berkembang dan solid di tengah masyarakat Barat.


Keberhasilan Aiga tidak terlepas dari peran besar Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IDAQU Jakarta yang membentuk fondasi keilmuan, spiritualitas, dan kepemimpinannya. Selama menjadi mahasiswa, Aiga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan non-akademik. Ia mendirikan UKM Public Speaking “Speak Up”, menjadi MC di berbagai acara kampus, serta turut melatih mahasiswa dalam keterampilan komunikasi.

Selain itu, ia juga aktif berkhidmah di ALC bersama Ustadz Zikron dan Syeikh Abdul Qowy, serta berpartisipasi dalam komunitas eksternal seperti Sempetin Berbagi. Lingkungan akademik yang mendukung, budaya dakwah yang kuat, serta pembinaan karakter di IDAQU menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya sebagai imam di Amerika.

Menurut Aiga, sosok dosen yang paling berkesan adalah Ustadz Zikron, yang tidak hanya menjadi guru tetapi juga figur ayah yang banyak memberinya kesempatan berdakwah, baik di dalam maupun luar kampus. Ia juga mengenang almarhum Mr. Kupmin Rambe sebagai mentor public speaking yang membentuk kepercayaan dirinya hingga mampu berbicara di forum internasional.


Menariknya, bahkan sebelum menyelesaikan skripsi, Aiga sudah mendapatkan pekerjaan sebagai Shadow Teacher di Jakarta Montessori School. Dua bulan kemudian, ia mendapat amanah besar untuk melanjutkan perjuangannya ke Amerika Serikat sebagai imam. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IDAQU memiliki daya saing global.

Di Amerika, Aiga menghadapi culture shock yang cukup besar. Terbiasa hidup di lingkungan islami, ia harus menyesuaikan diri dengan budaya dan pola pikir Western tanpa kehilangan identitas sebagai Muslim. Tantangan tersebut justru semakin menguatkan prinsip hidupnya: “Dimanapun berada, jangan lupakan Al-Qur’an.” Ia mengaku sangat merasakan keberkahan Al-Qur’an dalam setiap langkah hidupnya.

Keberhasilan Aiga Georgia menjadi Imam Muda di Amerika Serikat semakin menegaskan komitmen IDAQU Jakarta dalam mengembangkan pendidikan Islam yang berdampak global. Dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika IDAQU, mulai dari dosen hingga rekan mahasiswa, menjadi bagian penting dalam perjalanan suksesnya.


Aiga juga memiliki rencana untuk melanjutkan studi S2 di Chicago sebagai bagian dari pengembangan kapasitas akademiknya. Ia berpesan kepada generasi muda untuk selalu fokus dan istiqomah. “Fokus dan istiqomah adalah kunci. Inconsistent is the key of every failure. Banyak kendaraan tidak sampai tepat waktu karena terlalu banyak distraksi,” ujarnya.

Dengan semangat “Tetap Berjaya dan Menginspirasi Dunia”, kisah Aiga Georgia menjadi representasi nyata bahwa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IDAQU Jakarta mampu mencetak imam dunia yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga kuat dalam karakter, komunikasi, dan kepemimpinan. Dari Bogor hingga Atlanta, dari ruang kelas IDAQU hingga mimbar masjid di Amerika, perjalanan Aiga menjadi inspirasi bahwa pendidikan Qur’ani yang kokoh mampu membawa generasi muda Indonesia bersinar di panggung dunia.

Related Posts