Scroll Top
19th Ave New York, NY 95822, USA

IDAQU Torehkan Prestasi Internasional: KH. Ahmad Jamil Jadi Panelis Forum Sertifikasi Ijazah Al-Qur’an di Malaysia

WhatsApp Image 2025-08-29 at 12.58.10 PM
Malaysia, 28 Agustus 2025 – Institut Daarul Qur’an Jakarta (IDAQU) kembali membuktikan eksistensinya di kancah internasional melalui kiprah salah satu dosen terbaiknya. KH. Ahmad Jamil, Ph.D, dosen Fakultas Ushuluddin IDAQU, dipercaya menjadi panelis dalam forum internasional bergengsi bertajuk The International Forum for the Certification of Quranic Ijazah yang digelar di Malaysia.

Forum ini mempertemukan para pakar Al-Qur’an, akademisi, dan praktisi pendidikan Islam dari berbagai negara untuk membahas arah dan standar sertifikasi ijazah Al-Qur’an yang kredibel serta dapat diakui secara global. Kehadiran IDAQU melalui KH. Ahmad Jamil menjadi simbol keterlibatan aktif akademisi Indonesia dalam percakapan ilmiah tingkat dunia mengenai pengajaran, sanad, serta regulasi internasional di bidang Al-Qur’an.

Dalam forum yang berlangsung dengan khidmat tersebut, KH. Ahmad Jamil tampil bersama tokoh-tokoh terkemuka di bidang keilmuan Al-Qur’an. Di antaranya adalah Assoc. Prof. Dr. Khairul Anuar Mohamad dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Dr. Abdullah bin Muhammad Ghailan dari Maqra’ Ta’zim al-Wahyain Madinah, serta Ustaz Muhammad bin Hassan al-Attar dari Muslim World League. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Dr. Muhammad Yusry bin Mazlan, Deputi Direktur Bidang Akademik Darul Qur’an JAKIM Malaysia, yang menjadikan jalannya forum semakin interaktif dan kaya akan perspektif.

Keterlibatan KH. Ahmad Jamil dalam forum ini memiliki makna penting, bukan hanya bagi IDAQU, tetapi juga bagi Indonesia secara umum. Melalui forum tersebut, beliau memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat tradisi sanad Al-Qur’an, menyusun gagasan tentang penguatan sistem pembelajaran yang terstandarisasi, serta mendorong pengakuan ijazah Al-Qur’an di level internasional. Partisipasi ini menunjukkan bahwa akademisi dari Indonesia memiliki kapasitas yang setara dengan tokoh-tokoh besar dunia dalam memikirkan masa depan pendidikan Al-Qur’an.

Bagi IDAQU, pencapaian ini sejalan dengan visi besar institusi untuk melahirkan akademisi dan praktisi Qur’ani yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi secara global. Kehadiran KH. Ahmad Jamil sebagai panelis mempertegas bahwa IDAQU bukan hanya lembaga pendidikan tinggi Islam yang fokus pada pengajaran di dalam negeri, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam percakapan global tentang pengembangan ilmu Al-Qur’an.

Partisipasi dalam forum ini juga memberi pengakuan tersendiri bahwa IDAQU merupakan salah satu kampus yang adaptif terhadap perkembangan zaman, progresif dalam berinovasi, serta memiliki reputasi akademik yang semakin diperhitungkan di dunia internasional. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan lembaga-lembaga pendidikan Islam lain di berbagai negara, serta memperkuat jaringan keilmuan Al-Qur’an lintas batas negara.

Dengan torehan prestasi ini, IDAQU menegaskan komitmennya untuk terus mengharumkan nama bangsa melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan Al-Qur’an. Kehadiran KH. Ahmad Jamil sebagai panelis dalam forum internasional tersebut merupakan bukti bahwa IDAQU siap melahirkan akademisi Qur’ani yang berdaya saing, berwawasan global, serta tetap berakar kuat pada tradisi keilmuan Islam yang otentik.