Skip to main content Scroll Top
19th Ave New York, NY 95822, USA

Harapan Baru dari Masjid untuk Masa Depan Anak Bangsa

44dca69a-caca-44ce-a3ce-c56829ad64e3

KOTA TANGERANG – Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti pelaksanaan Wisuda Tahfizh Nasional di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Sabtu (6/6/2026). Di tengah kebahagiaan para wisudawan dan keluarga yang hadir, perhatian para orang tua juga tertuju pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang dan Institut Daarul Qur’an (IDAQU) tentang Program “800 Masjid Cetak 800 Sarjana”.

Bagi banyak orang tua yang hadir, kerja sama tersebut bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan sebuah harapan baru bagi masa depan generasi muda, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan akses untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Salah seorang wali santri yang hadir mengaku terharu mendengar penjelasan mengenai program tersebut. Menurutnya, selama ini banyak anak-anak yang memiliki kemampuan dan semangat belajar tinggi, tetapi terkendala biaya dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

“Kami sebagai orang tua tentu ingin anak-anak kami tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarjana yang dapat mengabdikan ilmunya untuk masyarakat. Ketika mendengar ada program yang melibatkan masjid untuk membantu mencetak sarjana, kami merasa sangat bersyukur dan optimis.”

Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana sendiri merupakan kolaborasi antara DMI Kota Tangerang dan Institut Daarul Qur’an yang bertujuan mendorong setiap masjid untuk berpartisipasi dalam melahirkan minimal satu sarjana. Melalui program tersebut, DMI Kota Tangerang akan memfasilitasi sosialisasi program kepada masjid-masjid, memberikan rekomendasi calon mahasiswa binaan masjid, mendukung proses pembinaan peserta program, serta mengoordinasikan partisipasi masjid dalam pelaksanaannya.

Sementara itu, Institut Daarul Qur’an akan menyediakan layanan pendidikan tinggi, memberikan skema pembiayaan pendidikan sesuai kemampuan institusi, menyelenggarakan pembinaan akademik, kepemimpinan, karakter, dan keislaman, serta melaporkan perkembangan program secara berkala kepada DMI Kota Tangerang.

Dalam sambutannya, Ketua DMI Kota Tangerang, KH. Buchori Al-Aroby, menyampaikan bahwa masjid harus menjadi pusat pembinaan umat yang mampu melahirkan generasi berpendidikan dan berkarakter.

“Masjid memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi penerus umat. Kami ingin setiap masjid mengambil bagian dalam melahirkan kader-kader umat yang memiliki pendidikan tinggi, berkarakter, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Pernyataan tersebut mendapat sambutan positif dari para orang tua yang hadir. Mereka menilai bahwa keterlibatan masjid dalam pendidikan merupakan langkah yang sangat relevan dengan kebutuhan umat saat ini.

Di kesempatan yang sama, Rektor Institut Daarul Qur’an, Muhammad Anwar Sani, menegaskan bahwa masjid harus kembali menjadi pusat peradaban yang tidak hanya melahirkan generasi yang kuat secara spiritual, tetapi juga unggul dalam bidang pendidikan dan kepemimpinan.

Kami ingin membuka jalan bagi lahirnya generasi pemimpin masa depan yang berilmu, berakhlak, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Bagi para orang tua yang hadir, pesan tersebut menjadi penguat harapan bahwa pendidikan berbasis masjid dapat menjadi solusi bagi lahirnya generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan.

Penandatanganan MoU ini tidak hanya menjadi simbol kerja sama antara dua lembaga, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi ribuan keluarga yang mendambakan anak-anak mereka tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berpendidikan tinggi. Di mata para orang tua, gerakan 800 Masjid Cetak 800 Sarjana adalah bukti bahwa masjid masih dan akan terus menjadi tempat lahirnya masa depan umat.

Related Posts