Tangerang, 18 Mei 2026 – Workshop Tri Dharma 2026 menjadi ruang kolaborasi penting dalam mendorong pengabdian masyarakat berbasis digital dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Sakinah Finance ini berlangsung pada 17 Mei 2026 di Sofyan Hotel Cut Meutia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor III Institut Daarul Qur’an Jakarta, Ustadzah Rina Susanti Abidin Bahren, M.A., sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pengabdian masyarakat yang lebih adaptif dan berdampak luas.
Workshop Tri Dharma 2026 Bahas Pengabdian Berbasis Digital
Workshop Tri Dharma 2026 mengangkat tema penguatan pengabdian masyarakat berbasis literasi dan perencanaan keuangan syariah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi pemberdayaan masyarakat, hingga pengembang sistem digital.
Selain itu, pembahasan difokuskan pada pentingnya program pengabdian yang terukur, terdokumentasi, dan memiliki keberlanjutan. Oleh karena itu, perguruan tinggi didorong untuk membangun sistem pengabdian yang lebih terintegrasi.
Dengan demikian, pengabdian masyarakat tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dorong Kolaborasi dan Sustainability
Dalam sesi diskusi, para narasumber menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun program sosial yang berkelanjutan. Pengabdian masyarakat dinilai membutuhkan sinergi antara kampus, industri, komunitas, dan lembaga sosial.
Selain itu, pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi salah satu poin utama yang dibahas. Oleh karena itu, program pemberdayaan diharapkan mampu tumbuh bersama masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Workshop Tri Dharma 2026 Soroti Digitalisasi Pengabdian
Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan ini adalah pentingnya transformasi digital dalam pengabdian masyarakat. Pemanfaatan dashboard monitoring, data analytics, hingga sistem evaluasi berbasis digital dinilai mampu meningkatkan efektivitas program.
Selain itu, digitalisasi memungkinkan program pengabdian menjadi lebih mudah dipantau dan dikembangkan. Dengan demikian, dampak sosial yang dihasilkan dapat diukur secara lebih akurat.
Kegiatan workshop juga diisi dengan sesi kelompok yang membahas berbagai ide program berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
Peran Perguruan Tinggi
Kehadiran Wakil Rektor III Institut Daarul Qur’an Jakarta dalam kegiatan ini menunjukkan perhatian perguruan tinggi terhadap pengembangan pengabdian masyarakat yang inovatif.
Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan penguatan jejaring antar institusi dalam menghadapi tantangan sosial di era digital. Informasi mengenai program dan kegiatan kampus dapat diakses melalui https://idaqu.ac.id/.
Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Ruang Bertukar Gagasan
Workshop ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun model pengabdian masyarakat yang lebih adaptif, terukur, dan berkelanjutan. Berbagai ide yang lahir dalam kegiatan ini diharapkan dapat berkembang menjadi program nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Bagi kamu yang ingin berkembang di lingkungan akademik yang aktif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman, segera daftarkan diri melalui https://pmb.idaqu.ac.id/ dan bergabung bersama IDAQU sebagai kampus berkualitas, biaya gak bikin cemas.
















