Tangerang, 13 Juni 2026 – Kuliah Kerja Nyata (KKN) kini tidak hanya dipahami sebagai kegiatan pengabdian yang bersifat seremonial. Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta menghadirkan program yang lebih berdampak melalui Pendampingan 1.000 Sertifikasi Halal sebagai bagian dari rangkaian KKN IDAQU 2026.
Mengusung tema “KKN IDAQU 2026: Membangun Desa Produktif melalui Pendampingan 1.000 Sertifikasi Halal”, kegiatan ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke masyarakat. Para peserta dipersiapkan untuk mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam proses pengajuan sertifikasi halal di desa-desa binaan.
Ketua Panitia KKN IDAQU 2026, Miftatachudin, M.Pd., menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi usaha lokal.
“Melalui KKN IDAQU 2026, kami ingin menghadirkan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pendampingan 1.000 sertifikasi halal diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk UMKM. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Mahasiswa Jadi Mitra Pemberdayaan Masyarakat
Menurut Miftatachudin, mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Mereka tidak hanya melakukan pendataan. Mahasiswa juga terlibat dalam edukasi dan pendampingan administrasi sertifikasi halal.
Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan masyarakat. KKN pun menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan teori dengan praktik nyata di lapangan.
Selain memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, program ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas usahanya.
Peserta KKN Dibekali Kompetensi Pendamping Sertifikasi Halal
Sebagai bagian dari persiapan, mahasiswa mengikuti workshop yang menghadirkan para praktisi di bidang halal. Materi pertama disampaikan oleh Ahmad Ghifar, M.Ag. yang membahas tentang Deskripsi Produk dan Jaminan Produk Halal.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa deskripsi produk yang jelas menjadi salah satu syarat penting dalam proses sertifikasi halal. Selain itu, pelaku usaha perlu memahami Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Pemahaman tersebut membantu menjaga konsistensi kehalalan produk yang dihasilkan.
“Sertifikasi halal bukan sekadar label. Ini merupakan bentuk tanggung jawab pelaku usaha dalam menjaga kualitas, keamanan, dan kehalalan produk. Oleh karena itu, mahasiswa pendamping perlu memahami prinsip dasarnya. Dengan begitu, edukasi yang diberikan kepada masyarakat menjadi lebih tepat,” jelasnya.
Sementara itu, materi berikutnya disampaikan oleh Atang Salihin, S.Sy. yang mengulas mengenai standarisasi produk halal.
Peserta mempelajari berbagai ketentuan dalam sertifikasi halal. Materi tersebut mencakup bahan baku, proses produksi, penyimpanan, hingga dokumentasi pendukung yang diperlukan.
Menurut Atang Salihin, standarisasi halal berperan penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Selain itu, standarisasi juga mampu meningkatkan daya saing produk UMKM di tingkat nasional maupun global.

Pengabdian yang Berdampak Nyata
Program Pendampingan 1.000 Sertifikasi Halal menjadi salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya. Mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Di sisi lain, sertifikasi halal dapat meningkatkan nilai tambah produk UMKM. Proses tersebut juga membuka peluang pasar yang lebih luas. Oleh sebab itu, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi semakin penting dalam membangun desa-desa yang produktif dan berdaya saing.
Menyiapkan Generasi yang Siap Mengabdi
KKN IDAQU 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat kompetensi yang dimiliki. Pengalaman ini diharapkan dapat membentuk lulusan yang adaptif, solutif, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban akademik, KKN mengajarkan pentingnya hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi yang relevan dan berkelanjutan.
Program Pendampingan 1.000 Sertifikasi Halal menjadi bukti bahwa pengabdian dapat dilakukan melalui langkah-langkah konkret. Langkah tersebut tidak hanya membantu pelaku UMKM, tetapi juga mendukung penguatan ekosistem ekonomi halal di Indonesia.
Melalui KKN IDAQU 2026, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa ilmu pengetahuan akan semakin bermakna ketika mampu memberikan manfaat bagi sesama. Dengan semangat tersebut, IDAQU terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kemajuan masyarakat.
Informasi mengenai berbagai program dan kegiatan IDAQU dapat diakses melalui https://idaqu.ac.id. Sementara itu, informasi penerimaan mahasiswa baru tersedia di https://pmb.idaqu.ac.id.
IDAQU Jakarta, kampus berkualitas, biaya gak bikin cemas. Bersama IDAQU, mari menjadi bagian dari generasi yang siap belajar, mengabdi, dan menghadirkan dampak positif bagi Indonesia.
















