Scroll Top
19th Ave New York, NY 95822, USA

INVITATION TO LEGACY

Cover Ivititation
INVITATION TO LEGACY

Mengikuti Jejak Al-Azhar University, Harvard University dan University of Oxford
Menghadirkan Kampus Berkelas Dunia melalui Endowment Fund dan Zakat untuk Pendidikan

Ada satu kegelisahan yang sering hadir di tengah malam saya: apakah kampus ini kelak hanya akan menjadi bangunan yang pernah berdiri, atau ia akan menjadi peradaban yang terus hidup, bahkan ketika kita semua telah tiada ?

Sejarah mengajarkan sesuatu yang sangat jelas, peradaban tidak pernah berdiri di atas sisa-sisa anggaran. Ia tidak dibangun oleh biaya kuliah semata. Ia ditopang oleh orang-orang yang berpikir jauh melampaui zamannya. Orang-orang yang tidak sekadar memberi, tetapi meletakkan fondasi.
Lebih dari seribu tahun lalu, Universitas Al-Azhar berdiri dan bertahan. Ia tidak tumbuh karena belas kasihan negara, tetapi karena wakaf produktif yang dikelola dengan visi. Tanah-tanah wakaf, properti, pasar, dan aset produktif menjadi jantung yang memompa kehidupan ilmu tanpa henti. Mahasiswa belajar tanpa dibebani, dosen mengajar tanpa dihantui kekurangan, dan dakwah berjalan tanpa takut kehabisan nafas.

Di dunia modern, pola yang sama terlihat pada Harvard University dan University of Oxford. Mereka berdiri di atas endowment fund bernilai ratusan triliun rupiah. Dana itu tidak dihabiskan. Ia diinvestasikan. Hasilnya menghidupi beasiswa, riset, dan pengembangan institusi. Itulah rahasia kemandirian. Itulah bahasa lain dari visi jangka panjang.

Saya percaya Indonesia pun berhak memiliki institusi pendidikan Islam yang berdiri dengan fondasi yang sama; mandiri, kokoh, dan tidak rapuh oleh krisis. Itulah yang sedang kami bangun di Institut Daarul Qur’an. Kami ingin melahirkan ulama yang intelektual, akademisi yang Qur’ani, dan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak. Namun mimpi besar selalu menuntut keberanian besar.

Karena itu, hari ini saya mengundang Anda masuk ke dalam sebuah keputusan yang mungkin akan menjadi keputusan paling bermakna dalam hidup Anda: menjadi bagian dari legacy.
Melalui IDAQU Endowment Fund, kami membangun dana abadi pendidikan. Pokok dana dijaga. Dikelola secara profesional dan transparan. Hasilnya mengalir untuk beasiswa mahasiswa tahfizh dan akademik, pengembangan dosen, riset, pembangunan fasilitas, serta internasionalisasi kampus. Ini bukan program lima tahunan. Ini adalah arsitektur 100 tahun.

Bayangkan seorang mahasiswa penghafal Al-Qur’an yang nyaris berhenti kuliah karena biaya. Bayangkan seorang anak dhuafa yang memiliki kecerdasan luar biasa tetapi tidak memiliki akses. Bayangkan sepuluh, dua puluh, lima puluh tahun dari sekarang, ketika mereka menjadi ulama, pemimpin, rektor, bahkan pengambil kebijakan. Di dalam perjalanan hidup mereka, ada jejak Anda. Ada keputusan yang Anda buat hari ini.

Selain dana abadi, zakat untuk pendidikan menjadi instrumen kedua yang kami bangun. Zakat bukan sekadar bantuan konsumtif. Ia adalah investasi manusia. Ketika zakat diarahkan untuk pendidikan, mustahik hari ini berpotensi menjadi muzakki masa depan. Kita tidak hanya mengurangi kemiskinan, tetapi memutus mata rantainya.

Saya memahami, setiap orang memiliki banyak pilihan untuk menyalurkan hartanya. Namun tidak semua pilihan melahirkan warisan jangka panjang. Tidak semua keputusan menjadi batu pertama sebuah peradaban.

Hari ini, saya mengajak para pemimpin perusahaan, para pengusaha, para profesional, dan setiap individu yang Allah titipkan kelapangan rezeki, untuk melangkah lebih jauh. Bukan sekedar dermawan, namun jadi pendiri masa depan. Bukan hanya tercatat sebagai donator, tapi jadi arsitek sejarah.

Jika Al-Azhar mampu bertahan lebih dari satu milenium karena wakaf, jika Harvard dan Oxford berdiri kokoh karena endowment, maka mengapa kita tidak memulainya hari ini untuk Indonesia? Mengapa kita tidak meletakkan fondasi yang sama untuk generasi yang bahkan belum lahir?

Peradaban selalu dimulai dari segelintir orang yang berani berpikir jauh. Langkah seribu tahun selalu dimulai dari satu keputusan hari ini.

Saya mengundang bukan untuk memberi kepada IDAQU, tetapi untuk menanam amal jariyah yang tidak pernah berhenti mengalir. Harta terbaik bukan yang habis diwariskan, melainkan yang terus bekerja bahkan ketika kita telah kembali kepada-Nya.

Semoga suatu hari nanti, ketika sejarah pendidikan Islam Indonesia ditulis, nama kita tidak hanya tercatat sebagai penyumbang, tetapi sebagai bagian dari generasi yang memilih untuk membangun, bukan sekadar menikmati.

Inilah undangan kami INVITATION TO LEGACY

  1. Rekening Dana Abadi IDAQU
    BSI 7308688784 a.n Dana Abadi IDAQU

  2. Rekening Zakat untuk Pendidikan
    BSI 777 320 0992 a.n. IDAQU PRIORITY

 

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya. (QS. Ali ‘Imran: 92)

Salam..

Dr. Muhammad Anwar Sani, S.Sos.I., M.E.
Rektor Institut Daarul Qur’an