Perkembangan sains dan teknologi informasi di era globalisasi menuntut semua bidang kehidupan untuk beradaptasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Adaptasi tersebut secara langsung mengubah tatanan dalam sistem mikro maupun makro, tidak terkecuali sistem pendidikan termasuk system pendidikan pesantren. Sistem pendidikan harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Setiap pesantren memiliki ciri khas masing-masing disertai dengan corak pendidikannya yang bermacam-macam. Pesantren Qubah Mahasiswa Idaqu yang ada di Institut Daarul Qur’an yang dalam proses pencapaian tujuan institusionalnya telah menggunakan kurikulum secara baik.

Perkembangan tentang fenomena yang patut dicatat dalam perkembangan sistem pesantren yaitu yang pertama, pesantren beradaptasi dengan tuntunan peradaban modern untuk mempertahankan eksistensinya. Adaptasi ini dapat dilihat dari upaya pesantren mendirikan perguruan tinggi dengan membuka program-program studi selain ilmu keagamaan. Sedangkan fenomena kedua, sebagian proses dalam pendidikan formal mengadopsi sistem pendidikan pesantren. Hal ini dilakukan karena pendidikan formal melihat beberapa keunggulan pada sistem pesantren ini. Keunggulan pesantren yang paling menonjol adalah kesederhanaan dan kemandirian.

Pendaftar di pesantren mahasiswa selalu meningkat setiap tahunnya dan umumnya terjadi karena para orang tua percaya dengan kualitas pesantren mahasiswa karena memiliki lingkungan yang kondusif. Para mahasiswa yang merasa puas dengan pembelajaran di pesantren mahasiswa akan menularkan pengalamannya kepada masyarakat dan memancing minat mereka untuk belajar di pesantren mahasiswa. Selain itu, jarak antara pesantren mahasiswa dan kampus juga menjadi pertimbangan tersendiri karena dekat dan nyaman.

Pesantren Qubah Mahasiswa Institut Daarul Qur’an memiliki visi menjadi lembaga pendidikan Islam yang mampu memadukan dimensi positif perguruan tinggi yang menekankan pada Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dengan dimensi pesantren yang akan menjadi wahana penempaan kepribadian dan moral yang benar berdasarkan nilai-nilai Islam.

Pesantren Qubah Mahasiswa menjadi sarana terwujudnya keterpaduan antara ilmu pengetahuan dan agama secara utuh sehingga keyakinan agama memiliki pijakan ilmiah-rasional dan ilmu pengetahuan senantiasa dinaungi oleh nilai-nilai agama. Pesantren mahasiswa mengajarkan pada mahasiswanya untuk dekat dengan masyarakat. Bisa atau tidaknya setiap mahasiswa berinteraksi dengan mereka, sangat bergantung pada masing-masing individu. Setiap pesantren mahasiswa umumnya juga memberikan porsi khusus berupa kegiatan bersama masyarakat. Program ini dapat dilakukan dengan kerja bakti bersama, bakti sosial, ataupun mengisi ceramah di tengah masyarakat. Ciri khas keilmuan yang dikembangkan di Pesantren Qubah Mahasiswa Idaqu adalah Al Quran dan Bahasa (Arab dan Inggris).

Landasan Hukum

  1. Al-Quran Surah Al-Taubah (9):122,

“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”.

  • Al-Hadis dari Ibnu Abbas r.a.,

” Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Ia akan memahamkannya dalam bidang agama.”

  • UU Sisdiknas RI. No. 20/2003.
  • Statuta Institut Daarul Qur’an