Studi Literasi Fakultas Ushuluddin ke Lajnah Tashih

studi literasi fakultas ushuluddin

Kunjungan yang dilakukan oleh Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an (IDAQU) ke Lajnah Tashih di TMII membentangkan cakrawala baru tentang hal-hal yang masih bisa diteliti dan direalisasikan dalam studi Qur’an, terutama seputar mushaf Qur’an itu sendiri.

Selama ini cetakan mainstream yang tersebar secara masif dan kolosal ternyata belum sepenuhnya inklusif kepada penyandang disabilitas. Maka yang juga sedang digarap oleh Lajnah Tashih adalah mushaf yang ramah tuna netra dengan model braille. 

Penyampaian ayat dan hadis yang biasanya dirapal menggunakan lisan, kiranya juga akan lebih terasa kebermanfaatannya untuk pemangku tuna rungu dengan Bahasa isyarat. 

Seluruh pemaparan pihak Lajnah disimak secara antusias baik oleh dosen maupun mahasiswa Fakultas Ushuluddin yang terdiri dari Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir dan Prodi Ilmu Hadis. Karena selain berdiskusi seputar kemushafan, rasm, dan studi Qur’an kontemporer secara ghalib, Lembaga tashih juga menawarkan kesempatan magang  untuk mahasiswa tingkat akhir IDAQU di Baitul Qur’an, khususnya di Lajnah pentashihan mushaf al-Qur’an.

Baitul Qur’an memang sudah mempunyai daftar panjang kampus yang pernah mengirim mahasiswanya untuk mengais ilmu sekaligus pengalaman di sana. Maka ketika kesempatan ini dibuka bagi IDAQU, tentunya disambut dengan kajatnikaan oleh para mahasiswa.

Harapannya, kedepan bakal terjadi Kerjasama yang mutualis antara kampus IDAQU dengan Baitul Qur’an, mulai dari kunjungan balasan hingga studi kolaboratif seputar isu-isu kiwari.

35 Views_