Mahasiswa Idaqu Galang Dana untuk Korban Gempa Cianjur

pray for cianjur

Gempa bumi berkekuatan 5.6 SR yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11) sangat berdampak banyak bagi masyarakat sekitar. Bahkan getaran gempa Cianjur ini sampai terasa hingga daerah Jabodetabek.

Akibat kejadian tersebut, berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Cianjur sampai pukul 20.00 WIB diperoleh informasi bahwa korban meninggal dunia sebanyak 162 orang, luka-luka 362 orang, pengungsi 13.784 orang.

Ditambah dengan kerugian materil yang berupa kerusakan rumah dan bangunan dengan rincian 2.272 rumah, 1 pondok pesantren, 1 RSUD Cianjur, 4 gedung pemerintahan, 3 unit sarana pendidikan dan 1 unit sarana ibadah.

Hal ini membuat banyak pihak tergerak hati untuk membantu meringankan beban para korban, termasuk para Mahasiswa Institut Daarul Qur’an Jakarta. Ditambah dengan fakta Pondok Pesantren yang rusak merupakan bagian dari Daarul Qur’an sendiri membuat mahasiswa semakin bersemangat dalam menggalang dana.

Rektor Idaqu, Dr. Muhammad Anwar Sani, S.Sos.I., M.E. juga turut prihatin atas bencana gempa ini, ia mengunjungi langsung ke lokasi pengungsian dari para santri yang terdampak.
“Hari ini (Selasa 22/11) bawain pakaian dan kebutuhan sementara, karena tidak ada yang bisa dibawa mereka kemarin.” ucap Rektor.

Sementara itu para mahasiswa Idaqu sedang melakukan galang dana dengan cara turun langsung ke jalan. Ikhwan Nurhakim, mahasiswa PGMI selaku Korlap penggalangan dana menjelaskan bahwa galang dana dilakukan di beberapa titik sekitar Cipondoh.

“Dengan semangat membara untuk membantu korban gempa, Bismillah kami berniat untuk membantu korban bencana gempa, yang telah memakan korban jiwa lebih dari seratus orang ditambah kerugian material yang hancur,” terang Ikhwan.

“Kita memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita yang ingin menyalurkan sedekah dan infaqnya untuk membantu saudara kita yang berada di Cianjur,” tutupnya.

Hal senada diucapkan oleh Kaprodi PGMI, Miftachudin, M.Pd. “Alhamdulillah mahasiswa Idaqu memiliki kesadaran kolektif, kepedulian sosial dan empatinya terbangun ketika melihat saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Cianjur” ucap Miftah

Ia menjelaskan dengan antusiasme mahasiswa yang sangat besar, dana sudah terkumpul sebanyak Rp3.000.000 pada Selasa (22/11) siang.

“Ini juga merupakan sebuah pembelajaran bahwasanya mahasiswa itu hanya di ruang kelas, tetapi ada hal-hal penting yang harus dimiliki mahasiswa seperti empati, kesadaran sosial, nilai tentang kebersamaan manusia,” lanjutnya.

Penggalangan dana akan dilakukan selama 2 hari, selain menerima sumbangan berupa uang tunai mahasiswa Idaqu juga siap menyalurkan bantuan berupa pakaian, makanan dan kebutuhan lainnya.

Nantinya setelah penggalangan dana ditutup, hasil akan diberikan langsung ke lokasi warga yang terdampak bencana gempa di Cianjur. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini bisa meringankan beban para korban bencana.