Seminar Nasional Ilmu Hadis, Mengenal Lebih Dekat dengan Tokoh Hadis Nusantara

Webinar Nasional Hadis

Rabu (21/9), Institut Daarul Qur’an Jakarta (Idaqu) kembali mengadakan Seminar Nasional dengan menggandeng Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu (UIN FAS Bengkulu). Seminar Nasional kali ini digelar secara online kali ini bertemakan “Studi Tokoh Hadis di Nusantara”.

Seminar nasional kali ini bertujuan untuk mengenalkan tokoh-tokoh ilmu hadis yang ada di Nusantara kepada mahasiswa. Hadir sebagai pemateri Abil Ash, M. Ag., Dosen Ilmu Hadis Institut Daarul Qur’an dan Ira Nur Azizah, M.Ag., Dosen Ilmu Hadis UIN FAS Bengkulu.

Dalam penyampaian materi, Ira Nur Azizah mengenalkan Tokoh Hadis yang bernama Teungku Hasbi Ash-Shiddieqy yang lahir Lhokseumawe, Aceh Utara pada 10 Maret 1904 M. Orang tuanya adalah tokoh dan keturunan ulama yang terpandang di tengah masyarakat.

Teungku Hasbi tumbuh dalam lingkungan yang taat beragama dan mendapatkan pelajaran tentang Islam langsung dari Ayahnya. Menurut silsilah keluarganya, beliau adalah keturunan ke-37 dari Abu Bakar Ash-Shiddieq, sehingga di belakang namanya diberi gelar Ash-Shiddieqy.

Jumlah total karya beliau adalah sebanyak 72 judul buku yang tercakup di dalamnya 142 jilid. Dari 72 buah buku yang ia tulis, 36 di antaranya merupakan buku fikih, 6 judul buku dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. 8 judul buku dalam bidang hadis, 5 judul buku dalam bidang tauhid/ilmu kalam dan 17 judul yang lain merupakan buku-buku dalam bidang Islam secara umum.

Sementara itu Abil Ash menjelaskan tentang Kh. Muhammad Muhajirin Amsar Ad-Dary Ulama Ahli Hadis dari Tanah Betawi. Beliau dilahirkan dan dibesarkan di Kampung Baru, Cakung Jakarta Timur pada tanggal 24 November 1924.

Adapun KH. Muhajirin memiliki banyak karya, diantaranya Mişbâḥ al-Ẓulâm, Idhoh Al-Maurud, Mir’ah Al-Muslimin Fi Siroh Khulafa Al-Rasyidin, Al-Muntakhab Min Tarikh Daulah Umayah (tarikh), Qowaid Al-Khoms Al-Bahiyyah, Mukhtaroh Al-Balaqhoh, Qowaid Al-Mantiq, Qowaid Al-Nahwiyah, Ta’liqot Ala Matni Al-Jauharoh, Al-Istidzkar, Al-Faidh Fi Ilmi Al-Faroid, Taysir Al-Ushul Fi Ilmi Al-Ushul dan masih banyak yang lainnya.