Mahasiswa Idaqu Belajar Kaligrafi bersama Syeikh Belaid Hamidi

70 Views_

Oleh : Adillah Zahra

Asrama Mahasiswa Institut mengadakan kelas kaligrafi bersama Syeikh Belaid Hamidi pada Senin (4/10). Kelas Kaligrafi ini merupakan salah satu agenda kegiatan di Asrama Mahasiswa Institut Daarul Qur’an Jakarta. Pertemuan kelas kaligrafi diadakan setiap pekan tepat nya hari senin dan kamis sore mulai dari jam 16.00-17.00 WIB.

Menulis kaligrafi juga termasuk ibadah, keterampilan yang luar biasa karena menulis ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Menulis dengan bahasa Arab oleh karena Allah Swt memilih bahasa Arab sebagai bahasa Al-Quran. Adapun sifat tintanya yang tidak mudah jatuh karena di campurkan dengan sutra.

Syeikh Belaid Hamidi selaku pengajar kelas kaligraf yang berasal dari Marokoi sudah menulis mushaf karya nya sebanyak 8 mushaf, harapan beliau ingin menulis 10 mushaf sebelum tutup usia. Syeikh Belaid Hamidi memulai kelas dengan menjelaskan pentingnya belajar kaligraf karena sebenarnya secara tersirat sudah dijelas dalam Al-Quran tepatnya dalam surah Al-Qolam.

Tak lupa Syeikh Belaid Hamidi menjelaskan cara memegang pena dalam kaligrafi berbeda dengan memegang pena pada umumnya. Beliau memberikan nasehat agar tidak takut salah lalu nikmati proses sabar dalam belajar jangan terburu-buru.

Syeikh Belaid menjelaskan secara rinci tahap penulisan dalam kaligrafi mulai dari garis 45° kemudian membuat titik seperti kristal, dilanjutkan dengan garis 23° kemudian membuat titik. Setelah itu dilanjutkan dengan menulis huruf hijaiyah mulai dari huruf alif, ba’ dan seterusnya.

Salah satu Mahasiswi yang mengikuti kelas kaligrafi, Bunga Aprilia mengungkapkan “Saya bisa belajar kaligrafi dengan syeikh belaid. Selain bisa mengembangkan tulis supaya lebih indah juga bisa melatih kesabaran dalam belajar.”

Tentunya diperlukan kesabaran dan ketelitian dalam belajar kaligrafi. Terkadang Mahasiswa terburu-buru ingin segera pindah ke latihan menulis huruf hijaiyah berikutnya. Namun Syeikh Belaid Hamidi menjelaskan “Perlunya menikmati proses jangan terburu-buru”. Jangan takut salah, tetapi mencoba dan perbaikan kekurangan terus berproses nikmati lebih baik salah di awal tetapi nantinya sudah bisa belajar dari sebelumnya menjadi lebih baik lagi.

Mahasiswa/i Asrama Institut Daarul Quran sangat senang bisa belajar langsung dengan Syeikh Belaid Hamidi sebuah kesempatan yang luar biasa untuk menimbah ilmu semangat dalam belajar berproses semakin baik setiap harinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *