SEMINAR NASIONAL PELURU EMAS, KUNCI KOMUNIKASI DARI HATI

273 Views_

Oleh : Feny Nida Fitriyani, M.Pd.

Komunikasi merupakan hal sepele namun kompleks, mengapa? Karena semua orang pasti bisa berkomunikasi. Namun terkadang, komunikasi yang dilakukan masih belum tersampaikan dengan baik sehingga pesan atau informasi yang kita tujukan ke orang lain belum tersampaikan secara efektif. Oleh karena itu, Komunikasi yang baik penting untuk dipelajari oleh setiap orang.

Dalam sambutannya Rizki Aminullah selaku Wakil Deputi Daarul Qur’an Group mengingatkan bahwa “Thinking, writing, dan speaking skills sangat dibutuhkan dalam abad ini, sehingga speaking skill perlu untuk dipelajari” .

Dalam agenda kali ini, Institut Daarul Qur’an terus berikhtiar dalam memfasilitasi SDInya serta SDI Daarul Qur’an di seluruh cabang di Indonesia  untuk belajar bagaimana melakukan komunikasi yang baik dan efektif melalui Seminar Nasional “Implementasi Peluru Emas Komunikasi dari Hati” yang diselenggarakan secara on line dan off line pada hari ini (3/8). Narasumber yang dihadirkan adalah pakar SDM, Dr. H. Thoriq Kurniawan, S.Si.,M.M.,C.A.P..

“Sebuah organisasi yang komunikasinya terhambat akan menjadi masalah yang sangat besar” ujar Dr. Thoriq Kurniawan dalam mukadimahnya.

Setiap orang berbeda karena latar belakangnya yang pasti juga berbeda, dan ini membuat kita harus memperhatikan lawan bicara agar saat komunikasi dapat berjalan dengan baik. Mendengarkan dan mampu menghargai orang lain adalah kunci. Intonasi suara juga perlu diperhatikan dengan menyesuaikan situasi dan kondisi. Dan tak lupa kita memberikan penghargaan atas kebaikan lawan bicara kita yaitu seperti memberikan apresiasi dan pujian.

Putri Nurina selaku Dekan FTIK sekaligus Ketua Penyelenggara dalam seminar kali ini berharap bahwa dengan adanya kegiatan ini maka semua SDI Daarul Qur’an mampu melakukan komunikasi yang baik kepada orang lain, terutama klien, tamu, mahasiswa/murid dan sesame rekan kerja sehingga mampu membangun komunikasi yang efektif. Hal ini dilakukan guna menghindari kesalahpahaman serta membangun bonding dalam keluarga besar Daarul Qur’an.

Seperti peluru emas yang menancap di hati, komunikasipun harus dari hati agar pesanpun terpatri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *