Kampus yang Siap Mencetak Generasi Emas Indonesia

1 Views

Adalah wajar jika harapan dan masa depan generasi emas suatu bangsa disematkan pada anak-anak muda. Dalam sebuah maqolah Arab terkenal dikatakan: Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad (Pemuda zaman now adalah pemimpin untuk masa depan).

Mahasiswa IDAQU

Anak-anak muda generasi milenial tak usah khawatir, mau kuliah di Perguruan Tinggi mana. Mau fokus ambil Jurusan / Program Studi seperti apa yang sesuai bakat dan minatnya. Insya Allah kampus Institut Daarul Qur’an Cipondoh Tangerang dapat menjawab kegundahan hati mereka.

Dr. Kiai Amirsyah Tambunan selaku Sekjen MUI Pusat mengatakan, setelah memperhatikan secara seksama perkembangan Yayasan Daarul Qur’an Nusantara, Ponpes Tahfidz Daarul Qur’an dan khususnya Institut Daarul Qur’an yang dikelola KH Yusuf Mansur saya melihat 10 tahun terakhir ada beberapa fase perkembangan yang menggembirakan dari tumbuhnya anak-anak untuk tahfidzul qur’an, tahsin, tartil, mengenal ilmu hadis, bisnis, entrepreneur, yang telah tersebar di seluruh Nusantara.” tutur harap Buya Amirsyah.

Saat ini, dengan berdirinya Institut Daarul Qur’an yaitu pada tingkat Strata 1 Perguruan Tinggi Islam ini harus didukung, dijaga, dan dirawat. Oleh karena itu diperlukan SDM, kader-kader yang siap berjuang untuk dunia pendidikan. Ini salah satu bentuk jihad juga, dengan berjuang di jalan Allah lebih konkret yakni menimba ilmu pengetahuan. Melalui institusi pendidikan ini, “saya berharap kampus ini dijaga kesinambungannya, dan ditingkatkan kualitas keilmuan, kompetensinya, peningkatan dan pembiasaan bahasanya, kurikulumnya, dan termasuk menjaga hafalan bagi santri-santri.” penuh harap Dosen UMJ asli Padang Sumatera Barat ini.  

IDAQU selalu berbeda

Pembangunan karakter anak bangsa dimulai dari mana mereka menempuh tangga pendidikan. Institut Daarul Qur’an mengedepankan nilai-nilai Al-Qur’an dan Daqu Method sebagai ciri khasnya dan spesialisasinya, yang mana tamatan Aliyah, Ponpes, SMA, atau yang sederajat untuk meneruskan jenjang pendidikannya.

Generasi muda Indonesia harus semangat dan optimis menyongsong masa depan negeri ini. Mereka dikenal dengan zaman now yang harus melek teknologi, sistem informasi, dan percepatan arus globalisasi. Terlebih saat ini era revolusi industri 4.0 dan digitalisasi. Mereka bisa memilih jurusan-jurusan yang sesuai passion, keinginan, keahlian, dan minat bakatnya masing-masing. Sesuai dengan keilmuan yang mereka geluti. Mereka akan menjadi bagian dalam memajukan bangsa dan menjawab tantangan zaman.

Guru Besar UIN Jakarta Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya

Kalau saya perhatikan, memang IDAQU ini kampus yang selalu tampil beda. Selalu berbeda dengan pendirian kampus /perguruan tinggi lainnya. Belum pernah saya melihat, seseorang/tokoh yang ingin mendirikan Perguruan Tinggi langsung dengan membuka 6 Prodi kecuali KH Yusuf Mansur. Paling tinggi itu biasanya 2 jurusan. Tapi beliau ini langsung 6 program studi. Itu uniknya.  Hal ini disampaikan oleh Guru Besar UIN Jakarta Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, MA, sekaligus selaku Wakil Koordinator Kopertais I DKI Jakarta dan Banten.

Keunikan lainnya adalah, sepanjang hidup saya sebagai Asesor Perguruan Tinggi, belum pernah saya menilai langsung 7 prodi sekaligus kecuali Prodi milik KH Yusuf Mansur, 6 prodi ditambah 1 penilaian institusi. Dan lebih anehnya lagi ialah visi Yayasan/perguruan Tinggi yang lebih dahulu visinya ke 5 benua, yaitu ke luar negeri dulu, baru fokus ke Indonesia/ke dalam negeri.” pungkas Pakar Ilmu Tafsir asal Sulawesi Selatan.

(Writer: Nasrullah Nurdin)