Mengawali perkuliahan perdana tahun ini, mahasiswa berkesempatan mendapatkan kuliah umum bersama Rektor Idaqu M. Anwar Sani, S. Sos. I. ME. Kuliah umum ini diberikan dalam rangka membangun motivasi, semangat, serta wawasan baru kepada para Mahasiswa baru Institut Daarul Qur’an. Melalui kegiatan motivasi ini, mahasiswa diharapkan akan meraih kesuksesan sebelum mereka lulus.

Ditayangkan secara live via You Tube Institut Daqu pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 10.00 WIB, kegiatan ini diikuti oleh semua mahasiswa baru Institut Daarul Qur’an dengan tema “Leadership and Entrepreneurship”.

Pertanyaan awal yang diungkapkan Rektor, “Mengapa kita harus memiliki jiwa leadership dan entrepreneurship?”

“Apabila hanya memiliki jiwa leadership saja, maka kita hanya bisa melanjutkan sesuatu dengan system yang telah ada, namun dengan adanya jiwa entrepreneurship maka seseorang akan memiliki ide-ide kreatif yang akan menjadi lompatan dalam mengembangkan dan memajukan serta dapat merubah sesuatu dari yang kecil menjadi seseuatu yang lebih besar”.

“Kesempatan akan hadir untuk kita semua, bukan melihat sesuatu sebagai keluhan namun melihat sesuatu sebagai sebuah peluang. Keluahan tidak akan menyelesaikan masalah dan cara mengatasi keluhan yaitu dengan mengerjakannya”.

Jiwa leadership itu bukan diadakan saat seseorang sudah menjadi pemimpin, namun jiwa leadership ini harus ditumbuhkan mulai saat ini, karena setiap jiwa adalah pemimpin yang harus bertanggungjawab dengan tugas dan kewajibannya.

Beberapa ciri leadership yaitu: Memiliki visi, Mampu memberi motivasi, Peduli, Mampu Menciptakan Kenyamanan, Netral dan Berkepala Dingin.

Rektor juga bercerita mengenai beberapa mahasiswa Idaqu yang sudah mulai merintis usahanya. Selain itu, Beliau juga menceritakan tentang masa kecilnya yang lekat dengan kegiatan entrepreneurship.

Menurutnya “Cara melatih diri menjadi entrepreneur yaitu dengan melatih diri dalam melihat peluang-peluang. Ilmu dagang paling sederhana yaitu apabila seseorang sudah terbiasa dengan peluang yang kecil maka akan lebih mudah mengambil peluang yang lebih besar”.  

Beberapa ciri jiwa Entrepreneurship yaitu Memiliki keyakinan untuk sukses, menciptakan Peluang, Amati, Tiru, dan Modivikasi, Miliki Modal, dan Memiliki kemampuan menjual.

Quote yang diberikan yaitu jika kita tidak pernah merasakan pahitnya ditolak, maka kita tidak akan dapat merasakan nikmatnya disetujui.

Kesimpulannya, kedua jiwa itu harus dibangun sejak saat ini karena dengan memiliki kedua jiwa ini maka seseorang akan bisa berkembang dan memajukan dirinya serta bisa memberikan manfaat yang luas. Dua hal ini juga menjadi kunci dan pegangan agar mahasiswa bisa sukses sebelum mereka lulus. (Idaqu/ Feny)

Komentar
Bagikan: