Image Do’a Mustajab di Malam Mustahab

Do’a yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihiwasallam

Sesungguhnya Rasul kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihiwasallam mengajarkan do’a-do’a kepada istri-istrinya dan sahabat-sahabatnya bukanlah berdasarkan hawa nafsu, dan ini sudah pasti tuntunan dan bimbingan dari Allah Subhanahu wata’ala, apa yang disampaikan beliau sudah tentu baik dan bermamfaat. Dalam situasi dan kondisi tertentu Nabi mengajarkan do’a-do’a tertentu pula, ini menandakan bahwasanya do’a tersebut sangatlah agung dan mulia karena yang mengajarkannya adalah manusia terbaik di jagat raya ini.

Do’a di Malam Lailatul Qadar

Pada bulan ramadhan ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam tidak mengajari do’a-do’a khusus kecuali do’a ketika bertemu lailatul qadr “do’a yang mustajab di malam yang mustahab” yaitu do’a yang maqbul di malam yang sangat dicintai Allah dan RasulNya, do’a tersebut sangatlah pendek namun justru sangat ironis sekali seandainya seorang yang mengaku mukmin lalu ia tidak bisa menghafal dan mengamalkan do’a ini.

Inilah do’a  yang diajarkan oleh Rasul kita kepada istrinya aisyah, sebagaimana dalam hadits dari Aisyah Radhiallahu ‘anha, beliau bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihiwasallam:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي:

“اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي”

Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam merupakan lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan di malam itu? Beliau menjawab: Ucapkanlah:

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku. (HR. Ahmad 25384, At-Turmudzi 3513, Ibn Majah 3850, An-Nasai dalam Amal Al-yaumwalailah, dan Al-Baihaqi dalam Syua’bulIman 3426(

Do’a Jawami’ulkalimi

Mungkin kita bertanya kenapa harus do’a ini dan sangat pendek?, apakah kita bisa berdo’a dengan do’a-do’a yang lain ? jawabannya tentu saja boleh, akan tetapi para ulama mengatakan bahwasanya do’a yang pendek dan singkat ini disebut do’a jawami’ulkalimi (do’a yang sangat umum dan sangat mencakup) artinya tidaklah sesuatu yang paling berharga dan paling diinginkan oleh manusia melainkan diampunkan dosa-dosanya oleh Allah Subhanahuwata’ala apalagi momen special seperti bulan ramadhan ini, dan sungguh amat merugi orang yang menjumpai ramadhan namun dosanya tidak diampuni oleh Allah Subhanahuwata’ala. Oleh karena itu, jangan biarkan bulan Ramadhan ini berlalu begitu saja sebelum kita diampuni dan dimerdekakan oleh Allah Ta’ala dari api neraka, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata ;

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ ».

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda: “Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang disebutkanku, lalu dia tidak bershalawat atasku, Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang dating kepadanya Ramadhan kemudian bulan tersebut berlalu sebelum diampuni untuknya (dosa-dosanya), Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang mendapati kedua orang tuanya lalu keduanya tidak memasukkannya ke dalam surga”. HR. Tirmidzi

Marilah kita hafal dan mengamalkan do’a ini apalagi kita sudah masuk di malam sepuluh terakhir ramadhan dan kita ajari orang-orang tersayang di sekeliling kita, semoga kita termasuk hamba-hambanya yang diampuni dosa-dosa dan dimasukkan ke dalam surgaNya Allah Subhanahuwata’ala.

Ditulis oleh Zikran Amnar bin Muthalib, Lc., M.A selaku Wakil Rektor I Institut Daarul Qur’an.

Komentar
Bagikan: